Getting old is a destiny, getting mature is a choice : I love storm : Never take someone for granted : I'm strongly against the death penalty : Friends are my treasure : I hate people with narrow minded : Hypocracy is disgusting : Don't judge a book from the cover : Treat people like you treat your self : Mind your own business : Better less talking than say something unworthy : Respect your partner : I'm a queen of moody : I love autumn : I hate paprika : Be grateful : Try to look from other people glasses : I'm a day dreamer : My parents and my family are the greatest gift I've ever had : My dad is my hero : My mom is my idol : I like challenges : My life is like a roller coaster : I'm a maudlin person : I love the smell of cedar : Life is too short to be wasted : Live your life with no regrets : Everything happens for a reason : To forgive doesn't mean to forget, and doesn't mean I'm revengeful! ;) : Sing like no one hear you, dance like no one see you, work like no one watch you : Be a positive : Be trusted : Yesterday is a history, today is a present, tomorrow is a mystery : Keep smiling : Don't waste your time : Life is the best school ever exist : Learn your lesson rightly : Don't expect people to do your parts : Never use other people for your own advantages : Commit to your words : Never feel sorry for your self : Don't cry for your lover, save your tears for your parents : Live as if today is your last day : Don't sweat small things : Simplify your life : I love sushi : I love big city : I love anything smell good : I hate to be the last one to know : I hate rubber time : I'm very organized : I can be so tolerance yet intolerance : I love my childhood : Get real : No more sad songs : I don't care with artificial things : Money is important but it's not everything : Whatever, don't give a shit to people who acts high and mighty! : Don't give me your boast : Good friends are rarely to find : Be sincere : Listen to your heart : Age is only a number : There's no limit for your dream : There's no such bad decision : Make your own choices : Never put your fault on others : Don't say anything bad about your friends behind their back : Appreciate every single minute that means you still alive : Time fly : Got headache when people talking too much or too loud : Music is the best way to build your mood : I love the smell of grass after the rain : Peace is a state of mind : Just be yourself : Stop doing things for others, time to think about yourself : I'm a social butterfly but I need some time to be alone : If I say "lumayan" then it means 'you're not looking so good on it or not so..so..' : I change easily, depends on my mood : I like travelling, but now that I'm getting old.. a companion will be great! ;p : Looking forward to continue my world's journey : A great book is a great teacher : When I start to quiet, either I'm getting tired or bored : I only love pure chocolates : Venice is the most great city I 've ever seen so far : And Athens goes to the second : To read is to breath : Love fashion but not as a trendy slave : I have my own style : Love to postpone my works (promise not to do that anymore..!!!) : I'm good when it comes to the deadline : I hate uncertainty : I've been blessed so many times in 2006, through pain and joy : I have faith in 2007 : Hope everything will be better : Thank you God for this brand new year..!
Monday, January 01, 2007
Saat-saat terakhir di 2006..!
Waktu berlalu begitu cepat.
Tanpa terasa, ku telah tiba di penghujung tahun 2006.
Begitu banyak hal yang telah ku lalui di sepanjang tahun ini.
Diwarnai oleh tawa, tangis, suka dan dukanya kehidupan.
Hidup tak pernah bosan melukiskan warnanya dalam setiap buratan peristiwa.
Jatuh dan terhempas dalam kegelapan yang kadang datang menyelimuti.
Bangun dan berjuang menghadapi keabuan yang kadang melelahkan.
Tersenyum bahagia menatap indahnya pelangi yang hadir saat badai berlalu.
Berbagai macam manusia pun datang dan pergi silih berganti dalam kalender 2006 ku.
Meninggalkan berbagai jejak dalam aneka rupa kesan dan warna.
Berbagai tempat pun ku singgahi dalam perjalanan menyusuri tahun ini.
Berbagai musim pun ku lalui, memberikan aroma dan nafasnya yang khas, terekam indah dalam ingatan.
Begitu banyak berkat yang diberikan-Nya...
Baik yang ku syukuri, maupun yang 'lupa' ku syukuri.
Begitu banyak tanya yang mencari jawabnya.
Begitu banyak kebimbangan yang mencari pastinya.
Dalam ragu ku terus melangkah..
Dalam pastinya ketidakpastian ku terus berjalan..
Berharap ku temukan pertanda di persimpangan tahun.
Menuntunku menyusuri likunya jalan hidupku.
Seiring dengan nadiku yang terus berdenyut..
Tanda masih adanya kehidupan dalam tubuh yang fana
Ku terus mencari arti sejati
Dari kehidupan yang tak kekal ini.
Kesalahan demi kesalahan pun terjadi..
Tidak untuk ku sesali, namun tuk ku perbaiki.
Kesulitan demi kesulitan pun ku atasi..
Tidak untuk ku sombongkan, namun tu ku renungkan.
Karna pada akhirnya..
Ada tanya yang tersisa,
Ke mana kan ku bawa akhir cerita hidupku ini...?
Akankah menuju kebaikan di satu hari nanti..?
Ataukah hanya membusuk lapuk tak berbentuk..?
Dalam hitungan jam, 2007 akan datang menghampiri.
Bagaimanapun, aku berharap semoga di tahun yang baru ini
Semuanya akan menjadi lebih baik lagi.
Tidak ada rangkaian resolusi yang ku buat.
Apalah artinya, kalo semua itu hanya sekedar pajangan belaka.
Selamat Tahun Baru semuanya..!
*Di saat petasan dan kembang api mulai riuh terdengar, lonceng gereja mulai berdentang bersahutan, ku pun tersenyum. Menyongsong datangnya 2007 dengan hati dan pikiran yang positif.*
Friday, December 29, 2006
Kata-kata Negatif
Beberapa hari yang lalu, aku janjian bersama temanku untuk makan siang bersama. Seneng juga, karna udah lumayan lama ga ketemu sama dia.
Udah deh pas ketemu layaknya perempuan-perempuan normal yang sudah lama ga ketemu, pastinya langsung sibuk ngobrol ini itu dari mulai apa kabar, sampai tetek bengek lainnya.
Beberapa saat setelah ngobrol sama temanku itu, entah mengapa muncul perasaan tidak nyaman di diriku. Aku bahkan tidak bisa menikmati lagi pertemuan itu, maunya malah cepet2 pulang.
Aku pun bertanya-tanya dalam hati..? Kenapa aku bisa merasa seperti itu..? Justru di saat yang harusnya aku senang bisa bertemu temanku itu.
Akhirnya aku pun mengerti, bukannya aku tidak senang ketemu dengan temanku itu..sebaliknya justru aku senang sekali karna akhirnya bisa ketemu dan ngobrol2 lagi sama dia. Tapi.., ada sesuatu di sikapnya atau mungkin lebih tepatnya di omongan2 dia yang membuat diriku tidak merasa nyaman bahkan terusik.
Hal-hal yang sepertinya sepele, namun seringkali terabaikan justru dapat menimbulkan suasana yang tidak enak.
Sebagai contoh: komentar-komentar yang bernada negatif atau bahkan mencela.
Tanpa kita sadari, sekecil apapun omongan kita kadang dapat menghujam tajam di lawan bicara kita.
Seperti juga yang dilakukan oleh temanku itu pada saat bertemu dengan aku, beberapa kali temanku berkomentar sesuatu tentang diriku dengan kata2 yang sangat menusuk hati ku.
Bukannya aku keberatan..toh biar bagaimanapun itu adalah hak semua orang untuk berbicara mengenai apapun.
Akan tetapi alangkah baiknya kebebasan itu hendaknya dipergunakan dengan sebaik dan sebijaksana mungkin tanpa menyinggung apalagi menyakiti perasaan orang lain.
Sempat juga aku berpikir, sebel banget deh kok gitu sih kelakuannya..?
Rasanya pengen langsung buru2 curhat sama temenku yang lain...
Tapi.., aku malah jadi berpikir..
Jangan-jangan aku juga seperti temanku itu...?
Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak curhat melainkan mengintropeksi diri.
Aku bersyukur karna dengan adanya kejadian ini, aku seakan2 diingatkan untuk menjaga mulut dan kata2 ku.
Bener juga kata pepatah yang mengatakan bahwa "mulutmu adalah harimaumu..!"
Mulai saat ini aku akan berhati-hati dengan mulutku ini.
Jangan sampai aku menyakiti hati lawan bicaraku, seperti halnya temanku menyakiti diri ku.
Karna aku tau sekali rasanya, sangat tidak enak..apalagi kalo itu datang dari orang yang kita anggap teman.
Ya mungkin ada baiknya, kalo kita tidak memiliki sesuatu atau hal yang baik untuk diomongin lebih baik kita tutup mulut.
Bukan berarti kita harus menjilat atau mengada-ada.
Berusahalah untuk selalu memposisikan lawan bicara kita pada posisi kita sendiri, dengan begitu kita pun akan lebih bijaksana memilih kata2 baik dan positif yang diucapkan.
*Maafin ya kalo selama ini ada kata2 ku yang tidak berkenan di hati..*
Udah deh pas ketemu layaknya perempuan-perempuan normal yang sudah lama ga ketemu, pastinya langsung sibuk ngobrol ini itu dari mulai apa kabar, sampai tetek bengek lainnya.
Beberapa saat setelah ngobrol sama temanku itu, entah mengapa muncul perasaan tidak nyaman di diriku. Aku bahkan tidak bisa menikmati lagi pertemuan itu, maunya malah cepet2 pulang.
Aku pun bertanya-tanya dalam hati..? Kenapa aku bisa merasa seperti itu..? Justru di saat yang harusnya aku senang bisa bertemu temanku itu.
Akhirnya aku pun mengerti, bukannya aku tidak senang ketemu dengan temanku itu..sebaliknya justru aku senang sekali karna akhirnya bisa ketemu dan ngobrol2 lagi sama dia. Tapi.., ada sesuatu di sikapnya atau mungkin lebih tepatnya di omongan2 dia yang membuat diriku tidak merasa nyaman bahkan terusik.
Hal-hal yang sepertinya sepele, namun seringkali terabaikan justru dapat menimbulkan suasana yang tidak enak.
Sebagai contoh: komentar-komentar yang bernada negatif atau bahkan mencela.
Tanpa kita sadari, sekecil apapun omongan kita kadang dapat menghujam tajam di lawan bicara kita.
Seperti juga yang dilakukan oleh temanku itu pada saat bertemu dengan aku, beberapa kali temanku berkomentar sesuatu tentang diriku dengan kata2 yang sangat menusuk hati ku.
Bukannya aku keberatan..toh biar bagaimanapun itu adalah hak semua orang untuk berbicara mengenai apapun.
Akan tetapi alangkah baiknya kebebasan itu hendaknya dipergunakan dengan sebaik dan sebijaksana mungkin tanpa menyinggung apalagi menyakiti perasaan orang lain.
Sempat juga aku berpikir, sebel banget deh kok gitu sih kelakuannya..?
Rasanya pengen langsung buru2 curhat sama temenku yang lain...
Tapi.., aku malah jadi berpikir..
Jangan-jangan aku juga seperti temanku itu...?
Akhirnya aku pun memutuskan untuk tidak curhat melainkan mengintropeksi diri.
Aku bersyukur karna dengan adanya kejadian ini, aku seakan2 diingatkan untuk menjaga mulut dan kata2 ku.
Bener juga kata pepatah yang mengatakan bahwa "mulutmu adalah harimaumu..!"
Mulai saat ini aku akan berhati-hati dengan mulutku ini.
Jangan sampai aku menyakiti hati lawan bicaraku, seperti halnya temanku menyakiti diri ku.
Karna aku tau sekali rasanya, sangat tidak enak..apalagi kalo itu datang dari orang yang kita anggap teman.
Ya mungkin ada baiknya, kalo kita tidak memiliki sesuatu atau hal yang baik untuk diomongin lebih baik kita tutup mulut.
Bukan berarti kita harus menjilat atau mengada-ada.
Berusahalah untuk selalu memposisikan lawan bicara kita pada posisi kita sendiri, dengan begitu kita pun akan lebih bijaksana memilih kata2 baik dan positif yang diucapkan.
*Maafin ya kalo selama ini ada kata2 ku yang tidak berkenan di hati..*
Wednesday, December 13, 2006
Ke-egois-an.
Musim dingin menghembuskan nafasnya..
Dingin menusuk kalbu..
Menghadirkan abu di tengah hari..
Manusia pun bergegas..
Berjalan nyaris tergesa melewati sang waktu..
Memeluk diri mengusir beku..
Sekuat hasrat ini jiwa bertahan..
Dihempas ego para manusia yang berlomba..
Berlari mengejar keakuan..
Logika pun terjepit..
Terhimpit para hati yang berbelit..
Menggadai ketulusan demi sebuah kepentingan..
Menepi ku dari hari..
Menepis diri dari kemunafikan..
Muak akan tingkah para manusia berkedok malaikat..
Abu pun berlalu..
Memberi waktu pada pekatnya hitam..
Mengantar manusia masuk peraduan..
*At some point, everybody showing their true skin..!*
Friday, November 10, 2006
Kontemplasi
Sesaat pada temaram hari
dalam sekelebat wangi dupa yang menusuk
Sang batin menggeliat meronta
Beringsut menyisiri kekusutan
Berkaca diri pada bejana retak
Menyeringai manis
pada sang jiwa yang kelelahan
menuang cuka pada luka yang menganga
Hingga sang hati tak mampu lagi
untuk merasa..
Hanya sakit yang dirasa indah..
Sang batin pun menjerit
melengkingkan nyanyian kesunyian
mengusir seribu bayang
yang menganggu...
Memandang iba pada sang hati
yang hanya ingin sendiri...
Menikmati nikmatnya kepedihan...
*Pada suatu hari di awal musim dingin 2006...*
dalam sekelebat wangi dupa yang menusuk
Sang batin menggeliat meronta
Beringsut menyisiri kekusutan
Berkaca diri pada bejana retak
Menyeringai manis
pada sang jiwa yang kelelahan
menuang cuka pada luka yang menganga
Hingga sang hati tak mampu lagi
untuk merasa..
Hanya sakit yang dirasa indah..
Sang batin pun menjerit
melengkingkan nyanyian kesunyian
mengusir seribu bayang
yang menganggu...
Memandang iba pada sang hati
yang hanya ingin sendiri...
Menikmati nikmatnya kepedihan...
*Pada suatu hari di awal musim dingin 2006...*
Subscribe to:
Posts (Atom)